<$BlogRSDURL$>
...tera di sesela gegas-gesa
Thursday, January 24, 2008

Cinta, Gairah, Arah



ORANG ketiga. Itulah sebab perpisahan Andrea dan Sammy Kerispatih. Meski Sammy membantah, Andrea tetap yakin hubungan antara Sammy dan Natalie bukan sekadar pertemanan biasa. "Aku melihatnya, kok. Jadi bagaimana aku tidak percaya?" katanya. Dan Andrea benar. Natalie pun merasa bahwa Sammy memberi hati padanya. Seperti tayang di layar kaca, Natalie mau "jalan" setelah Sammy mengaku telah berpisah dari Andrea.

"Saya melihat tujuan kami telah tak sama lagi," terang Andrea. Ia bersedih, terutama setelah Sammy menampik cincin yang mereka kenakan sebagai tanda ikatan pertunangan.

Tyas Mirasih berbeda lagi. Awal tahun lalu, dia masih bermesraan dengan Lembu Club Eighties. Di tengah tahun, dia menjalin cinta dengan Raffi. Dan bulan September, dia berciuman dengan Bams Samson. Akhir tahun, Tyas sendiri lagi. Dalam setahun, tiga lelaki telah singgah di hatinya, dan ketiganya kemudian pergi. Dan ketika tampil di "Empat Mata", dengan enteng Tyas berkata bahwa perpisahan mereka terjadi karena ketidakcocokan semata.

Ketidakcocokan barangkali bukan alasan yang sempurna. Karena kepada tiga lelaki itu, Tyas nyaris melakukan pola yang sama. Bersama Lembu, Tyas berpose mesra di Sanur Bali. Dengan Raffi, Tyas memeluk pasrah, di pantai Kuta. Dengan Bams apalagi, mereka tertangkap kamera berciuman, di belakang panggung ketika Samsons akan manggung, di Bandung. Sammy pun setali tiga uang. Bersama Natalie yang sintal itu, dia tampak begitu mesra, dan seperti bangga ketika tertangkap kamera.

Cinta harus dimulai dengan gairah. Namun, cinta yang hanya dimodali gairah juga selalu cepat punah. Dan itulah yang tak disadari Tyas dan Sammy. Gairah memang membuat cinta jadi indah, tapi pasti sementara. Sebabnya satu, gairah meminta misteri, hasrat yang tak pernah terpuasi. Dan ketika misteri cinta itu terkuak, hasrat terpuasi, gairah pun reda. Cinta kehilangan pesonanya, kehilangan kesetiaannya. Foto-foto ciuman mereka juga adalah bukti gairah yang sedang dipenuhi, gairah yang tertuntasi.

Cinta harus dimulai dengan gairah, dan dipertahankan lewat arah. Inilah bagian cinta yang tidak dipunyai Tyas dan Sammy: arah. Karena bersandar pada gairah, Tyas tak pernah tahu akan ke mana muara asmaranya. "Kami mengalir saja. Kami tidak ingin menargetkan apa pun pada hubungan ini," demikianlah kata Tyas ketika masih berpacaran dengan Raffi. Tyas tidak punya tujuan, tidak memberi arah pada sebuah hubungan. Dan tanpa arah, sudah pasti, sebuah pasangan cuma menunggu waktu untuk berpisah.

"Aku tidak bisa bayangkan, bagaimana hidupku jika tanpa dia," kata Surya Saputra ketika melamar Cintya Lamusu. Dan di atas panggung "Seleb Dance" itu, Cintya biarkan Surya menyematkan cincin di jarinya. Dengan mata bercahaya takjub, yang tak lepas memandang paras kekasihnya, dan bibir yang gemetar, dia hanya berucap pendek, "Terimakasih..." Selebihnya adalah tangis. Cintya bahagia karena dia percaya, mereka berdua telah menemukan dan berada dalam cinta, dengan gairah dan arah yang sama.

Cinta dimulai dengan gairah, dan harus diikat oleh arah. Hanya dengan itu cinta bisa awet dan setia. Sungguh betapa sederhana. Sayang, begitu banyak yang tak menyadarinya.


[Telah dimuat sebagai "Tajuk" di Tabloid Cempaka, Kamis 24 Januari 2008]